PERPUSTAKAAN DAN LITERASI GRIDUTA

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Kunjungan
  • Masuk Login
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Anak- anak Totto Chan : Perjalanan Kemanusian untuk anak-anak dunia
Penanda Bagikan

Text

Anak- anak Totto Chan : Perjalanan Kemanusian untuk anak-anak dunia

Tetsuko Kuroyanagi - Nama Orang;

Buku ini mengisahkan tentang perjalanan seorang relawan UNICEF yang berasal dari negara matahari terbit, Negara Jepang. Tetsuko Kuronayagi adalah nama pengarang sekaligus tokoh utama dalam buku ini. Totto-chan adalah nama kecilnya, yang menjadi tokoh utama di buku sebelumnya yang berjudul Totto-chan : Gadis Kecil Di Jendela.

Memori masa kecilnya membuat Tetsuko Kuronayagi atau Totto-chan setuju ketika UNICEF menawarinya untuk jadi Duta Kemanusiaan. Lewat buku keduanya ini, Totto-chan ingin menceritakan pengalamannya saat bertemu anak-anak manis dari seluruh dunia. Supaya semakin banyak orang yang bisa membantu anak-anak dunia menggapai masa depan yang lebih baik.

Dalam buku ini diceritakan bagaimana kehidupan anak-anak dari beberapa Negara yang mengalami bencana alam atau terkena dampak perang. Mulai dari Negara-negar di Asia, Afrika, bahkan Amerika dan Eropa. Mereka memiliki masalah yang berbeda-beda ditiap negara yang berdampak pada fisik maupun psikis mereka.

Di Negara yang terjadi bencana alam besar seperti Negara Tanzania (1984) di Benua Afrika, air sangat sulit didapat . Bisa dipastikan semua sumber air mengering dan pastilah anak-anak terkena dampaknya juga. Fisik anak-anak akan terganggu, sehingga mereka dengan mudahnya terjangkit bermacam penyakit. Salah satunya adalah busung lapar. Tidak adanya sumber makanan dikarenakan tanah yang harusnya ditanami penghasil bahan pokok terlihat retak dan pecah saat kemarau panjang. Hal ini menyebabkan banyak anak-anak kekurangan gizi bahkan ada juga yang mati kelaparan. Seperti yang ditulis Tetsuko Kuronayagi dalam prolog tentang kata-kata kepala desa di Tanzania, “… Kepala desa yang sudah tua berkata padaku, “Miss Kuronayagi, saat anda kembali ke Jepang, ada satu hal yang saya ingin anda ingat; Orang dewasa meninggal sambil mengerang, mengeluhkan rasa sakit mereka, tapi anak-anak hanya diam. Mereka mati dalam kebisuan, di bawah daun-daun pisang, mempercayai kita, orang-orang dewasa”.


Di negara yang terjadi perang seperti di Bosnia – Herzegovina, mayoritas korban adalah anak-anak. Entah menjadi korban fisik maupun psikologis. Karena anak-anak-lah korban yang dianggap paling mudah dari pada orang dewasa. Luka psikologislah yang banyak diderita anak-anak korban perang. Pastilah mereka mengalami luka psikologis yang amat dalam dan sangat menderita karena kenangan-kenangan mengerikan yang mereka alami.

Banyak kalimat pada buku ini yang menceritakan betapa lukanya psikologis anaak korban perang. Salah satunya, ketika seorang anak ditanya kenapa kamu menggambar menggunakan cat hitam? Sedangkan masih banyak warna yang terang? Dengan santai anak itu menjawab, karena aku menyukai warna ini. Warna yang digunakan anak itu sebagai media menggambar sudah jelas membuktikan bahwa saat itu psikologisnya sedang terguncang. Pada salah satu paragraf dituliskan, “Mungkin ketika kengerian dan pengalaman menakutkan terus-menerus terjadi, dengan baik hati tuhan meyediakan amnesia sebagai jalan menghapus ingatan itu dari pikiran mereka. Tapi cara itu pun sangat mengerikan”.

Buku ini sangat bagus. Bukan hanya untuk pelajar dan mahasiswa saja melainkan pembaca pada umumnya. Karena dengan membaca buku ini kita mengetahui hal-hal yang ada di luar sana, terutama mengenai dampak negatif yang dapat mempengaruhi perkembangan daan pertumbuhan anak-anak generasi masa depan. Terutama dampak negatif yang disebabkan oleh perang. Hal ini mengingatkan kita betapa pentingnya arti pedamaian. Bukan saja perdamaian yang diciptakan antar negara, melainkan perdamaian yang ada di dalam sebuah keluarga. Karena dari keluargalah awal pembntukan jiwa seorang anak.

“Kita tidak dilahirkan untuk saling membenci, kita dilahirkan untuk saling mengasihi”

(Tetsuko Kuronayagi)

Judul Asli : Totto-chan’s Children : A Goodwill Journey To The Children Of The World
Nama pengarang : Tetsuko Kuronayagi
Penerjemah : Ribkah Sukito
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2010
Kota : Jakarta
ISBN : 978-979-22-5998-8


Ketersediaan
#
My Library (800) 813 KUR a c.1
073372011
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
813 KUR a c.1
Penerbit
Jakarta. : Gramedia Pustaka Utama., 2010
Deskripsi Fisik
328hlm.;ilus.;20cm.-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-979-22-5010-7
Klasifikasi
813
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

PERPUSTAKAAN DAN LITERASI GRIDUTA
  • Information
  • Services
  • Librarian
  • Member Area

Tentang Kami

Perpustakaan dan Literasi GRIDUTA adalah perpustakaan SMP Negeri 2 Tengaran yang menyediakan berbagai koleksi buku pelajaran, fiksi, nonfiksi, serta referensi untuk mendukung kegiatan belajar mengajar dan minat baca siswa. Kami berkomitmen untuk menciptakan budaya literasi yang menyenangkan dan bermanfaat bagi seluruh warga sekolah.

Search

start it by typing one or more keywords for title, author or subject

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Powered by SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik